Catatan Pikiran: Jadilah Rumput


"Jadilah pohon beringin. Pohon yang mewah dan megah. Pohon yang menjadi tempat berlindung.Tapi bila engkau tak sanggup, jadilah taman yang asri dan indah. Taman yang menyejukkan para mushafir. Tapi bila engkaupun tak bisa juga, maka jadila rumput. Rumput liar namun hijau beludru. Setidak-tidaknya, dengan menjadi rumputpun, engkau tetap mempunyai sebuah arti. Sebuah nilai.."

Kalimat ini, entah siapa pengarangnnya, merupakan wisdom yang dalam dan hakiki. Dan kalupun diperkenankan, saya kepingin jadi rumput saja. Rumput yang memberi isyarat daya semangat survive yang tinggi. Yang tahan banting. Rumput liar yang sering mencemaskan para gadis dan ibu-ibu yang mengidentifikasi dirinya sebagai komunitas "Putri Pencinta Bunga". Rumput liar yang sering mengganggu dunia keasrian sebuah taman. Membuat para "Bapak Pencinta Anggrek" kebekaran jenggot.

Kalaulah diperkenankan lagi, saya hanya berminat jadi rumput. Yang dalam kapasitas tumbuhnya tidak mengenal "metode" khas yang manja. Yang setiap saat mampu berteriak lantang untuk menantang segala benuk kemapanan dari para "bunga priyayi". Rumput yang setiap saat digiring kewilayah caci maki dan teror sensor "gunting rumput".

Tapi perlu diingat, Manifesto "kaum rumput" adalah "sekali akar menghujam ketanah, pantang untuk dianggap sepi.."



*dari catatan lama.

makassar,1995
Diberdayakan oleh Blogger.