di tanah ini, keluargaku telah di kubur


bau runcing maut genap di sini
antara senyap dan sisa hujan
di tanah ini,keluargaku telah dikubur,katamu
bersama sebait puisi yang belum selesai
ketika pecahan angin dan malam
berserak di halaman rumah

engkaupun luruh bersama warna dingin
suara kelam pada daun-daun
dilangit yang pelan,ada jejak basah
meretak dikeping cuaca dan lampu

bau runcing maut genap di sini
antara kenangan dan sobekan potret tua
ditanah ini,keluargaku menjelma bisu,katamu
dan bekas dentum ombak di dada
telah memaksamu berdamai lagi


Makassar, 2004
Diberdayakan oleh Blogger.