Hikayat Cinta di Pantai Losari


suatu tempat tak juga cukup menyalin ulang cintamu, tapi tetap saja
engkau menyusun pantai di sini menjadi kamar pengantin dengan jentik
lampu di kejauhan mengantar mempelaimu dalam mulut penyanyi jalan
untuk sekedar melacak malam-malam yang pernah engkau buahi dalam
nyanyian tempat kekasihmu bersandar dan berlagu kecil di sana

tak ada yang tahu,cukup lama engkau menjadi ombak di pantai ini
ketika sepasang kekasih meletakkanmu pada bisik halus,juga ketika
dulu mereka meminjam pelaminan yang engkau siapkan bagi siapapun
untuk bebagi dengan kekasihmu yang terlelap pulas setelah seharian
menciptakan negeri dongeng buat anak-anakmu kelak

barangkali,memang tak ada yang bisa mengucapkan cintamu di sana
ketika petikan lagu penyanyi jalanan itu selalu saja menulismu berkali-kali
dalam wajah lembut kekasihmu setelah malam menjatuhkan debur pantai
dan anak-anakmu yang berkejaran ditempat dimana engkau memasang
cincin pada petang pertama engkau mencium pilunya sebuah perpisahan

siapapun yang menuju pantai ini, menjadikan engkau sebuah cinta
yang demikian bersahaja, tak ada yang sanggup mengucapkanmu di sana
kecuali mengangkutmu pada sebai lagu dimana kekasihmu senantiasa
hadir dalam pelaminan tempat sepasang kekasih menatapmu sendu
karena mereka tahu pada kerlip lampu pantai ini, deburmu masih saja
terus berjaga bila suatu saat kekasihmu kembali lagi


*Membaca ulang kisah Datu' Museng dan Maipa Diapati


Makassar,2009
Diberdayakan oleh Blogger.