kerajaan tengah malam



telah datang pada kita sebuah kerajaan tengah malam
bersama dentum ombak dari langit dan sebuah gerimis kecil
hari itu kita berjanji untuk menyimpan sebentuk potret tua
di sebuah taman yang selasela rumputnya menyimak gigil

tapi seseorang seperti tembok mendengus pada pori tangannya
membawa angin besar dari kerongkongan yang demikian kekar
di sana suara mesin berderap dari sepatu dan ulu hati
"gelandangan, di mana rumahmu.."

kitapun serempak menunjuk dada, menunjuk hati
tempat sebuah kerajaan kecil yang pelanpelan
bernapas dengan langit dan berputar dalam
bayangan abadi. di sini

atau barangkali memang bukan di sini tempat kita
dunia ini realita dan kita hanyalah sebentuk
fatamorgana. tiada yang lain

maka setelah angin memintas
kitapun berangkat kesebuah rasa mual
dan menggali taman pekuburan
dari jauh suara burung menghilang
semakin jauh, dan kitapun hampir genap


Makassar, 1996
Diberdayakan oleh Blogger.