Membaca Bencana




Bebarapa saat yang lalu, seorang kawan saya mengirimkan lagi sebuah pesan singkat;" ternyata bencana-bencana yang akhir-akhir ini semakin melanda negeri kita, semakin menunjukkan bila Tuhan demikian sayang pada kita".

Saya yang saat itu tengah menonton tayangan bencana meletusnya kembali gunung Merapi, menjadi sedikit emosi. Bagaimana mungkin, kawan saya itu berani-beraninya "memaknai" peristiwa duka ini sebagai petujuk kalau Allah memberi rahmatnya kepada bangsa ini. Logika berpikir serta referensi ilmu keagamaan saya sangat menolak jenis kesimpulan ini. Walau saya sangat sadar bahwa kawan saya yang satu ini, terkadang memang agak "gila" dalam melihat berbagai peristiwa.


Maka, tidak seperti biasanya, saya hanya tersenyum-senyum ketika kawan saya itu membuat opini yang nyeleneh, kali ini saya lamgsung membalas pesannya. Di sana saya dengan "gaya" seorang uztad panjang lebar menjelaskan kekeliruan pemahaman kawan saya itu. Bahwa bencana ini merupakan indikator bila kita telah gagal dan saat ini kita menuainya sebagai akibat keserakahan kita. Tuhan telah membayar lunas keserakahan kita ini.

Setelah menunggu balasan kawan saya yang tak lagi membalas, saya mulai berfikir kalau kawan saya ini sudah menyadari kekeliruannya. Sayapun perlahan melupakan. Sampai ketika saya selasai menonton tayangan bencana itu, dan menyaksikan bagaimana sebuah "kekuatan" muncul di sana. Saya menyaksikan, bagaimana masyarakat di sekitar merapi menjelma menjadi "sosok-sosok" yang demikian tegar. Sebuah kekuatan pribadi yang demikian dahsyat untuk tidak terjebak pada sikap melankolis. Sebuah pribadi manusia yang paling agung yang muncul di tengah gelimpangan debu vulkanik, dan mereka tidak mengeluh di sana.

Saya yang menyaksikan tayangan itu, mulai menyadari bahwa sebuah pribadi dan bangsa, akan besar dan agung, bila pribadi itu sanggup menyikapi berbagai persoalan hidup dengan senantiasa melihat sisi positifnya. Dan itulah rahmat terbesar yang di limpahkan Tuhan kepada bangsa ini.***


Makassar 2010
Diberdayakan oleh Blogger.