Membaca Kembali Teks Hujan



Masjid yang kupugar lewat bahasaku sendiri
mengirimkan kembali igauan Khalil Gibran,
contoh betonbeton abad 21 dan agamamu
yang hadir dalam daftar isian proyek

Kubelah sumsum otakku menjalar
disana angin mega proyek menyusun uanguang kertas
Ah,kemiskinan desa menambal bajunya sendiri
selebihnya itu,azan cuma bisa tercatat lewat paket pos

Di sini,di kotaku 2000 Masjid menjeritkan sungaisungai tercemar,
desadesa merakit bahasa orangorang asing bersafari,
dengan potret ditangan,mereka menumpahkan kaleng bir dimulutnya

Mungkin masih sisa juga, dilangit membayang filsuf tua
membaca teks-teks hujan
mengirimkan tangan dengan kelopak bunga
ah,jangan gugup,disaku jubahnya ia membingkai manusia



januari 1996
Diberdayakan oleh Blogger.