Panorama Keluarga, Segelas Teh dan Kue Kecil


ternyata, sore yang kita pajang dalam lukisan di ruang tamu itu
kini telah muncul di beranda dengan segelas teh dan beberapa kue kecil
ah, kita bercakap-cakap kecil di sana dalam rimbun hujan setelah
menjadikan sebuah keluarga demikian renyah oleh tawa

dalam bayangan pohon, kue-kue kecil itu kita celupkan dalam rindu
tempat seluruh keluarga kita angkut ke sebuah album foto yang
sunyinya menjadi malam ketika rumah melahirkan kita jadi sebentuk
kebisuan yang terasnya menjalar sampai ke lukisan itu

dengan sedikit temaram pada lampu, kita kumpulkan taman-taman kota
di halaman rumah yang kita sangka masih juga hijau dan terus
saja memakainya sebagai kenangan ketika kesepian menjadi
menjadi segelas teh dan kue-kue kecil tempat keluarga kita tertawa

ternyata, sore yang kita hirup dalam lukisan di ruang tamu itu
telah banyak menyimpan jejak segelas teh dan kue-kue kecil
ketika keluarga kita saling mencelupkannya dalam suara-suara lezat
dan basah sehabis rimbun hujan sampai kita kehilangan nyali
untuk bertahan dan menjadikan keheningan genap di sana



Makassar,2009
Diberdayakan oleh Blogger.