Pemuda


Soekarno, Presiden Pertama RI konon pernah berkata: Berilah aku sepuluh pemuda, maka aku akan sanggup mengubah dunia. Penyataan ini demikian menggetarkan. Mengapa bapak proklamator bangsa kita ini demikian "mempercayai" kekuatan yang ada pada seseorang yang masih "hijau" dalam pengalaman tersebut? ada apa dibalik potensi seorang yang kerap menjadi biang kecemasan para orang tua ini.

Barangkali, bahwa seorang pemuda itu menyimpan sebuah "gemuruh". sebentuk semangat yang senantiasa menjangkau ke depan. Ia adalah bentuk yang paling menggetarkan dari apa yang kita sebut "masa depan". Sebuah mimpi. Dan di sana, sebuah negeri yang baru merangkak ketika itu, demikian memerlukan sebuah keyakinan untuk tetap survive di tengah nada pesimisme dari para kelompok tua yang mulai merasakan ketidak nyamanan hirup pikuk suasana revolusi saat itu.

Sejarah kepemudaan memang selalu memberi kita cerita yang menarik. Bagaimana di sekitar tahun 1928 beberapa kelompok organisasi kepemudaan berkumpul dan kemudian menyatakan tekad untuk bersatu bangsa,bahasa dan bertanah air. Kita hanya bisa membayangkan bagaimana suasana kebatinan mereka pada saat itu. Namun yang pasti, di sana, ada sebuah "mimpi" yang berpendar. Ada sebentuk kegairahan yang menjalar untuk sebuah cita-cita yang sebenarnya belum menemukan wujud yang jelas.

Memang pemuda di sekitar tahun 1928 itu adalah produk zaman yang melahirkannya. Sebuah zaman yang sangat kental dengan dinamika romantiknya. Sejarah pergerakan kepemudaan yang bergerak diam-diam. sebuah klandestin yang di bangun dengan bisik-bisik rapat tengah malam dan mimpi sebuah zaman yang indah di depan. dengan kata lain, sejarah pemuda tahun '28 adalah sejarah yang di gerakkan pada "malam hari".

Pemuda, bagaimana sebentuk "pesona" yang senantiasa menarik untuk kita ceritakan. Mereka adalah perpaduan yang unik dari lingkungan yang membentuknya dan masa depan yang senantiasa menjadi "miliknya". Mereka senantiasa dijadikan tolok ukur dari masa depan sebuah bangsa. Manjasi biang kecemasan dari para orang tua yang telah memapankan pola hidupnya. Pemuda adalah perpaduan yang sangat menarik dari sebuah sikap yang bergemuruh dan mimpi yang meledak.

Inilah yang membuat bapak proklamotor bangsa kita ini demikian "mempercayai" kekuatan pemuda dalam menngerakkan sebuah masa depan. Inilah yang senatiasa menjadikan kita -para orang tua ini- kerap terkaget-kaget dengan "semangat" yang menghablur dari potensi mereka.

Sebuah bangsa yang memiliki masa depan adalah sebuah bangsa yang memiliki pemuda yang mumpuni, demikian sebuah kata bijak mengajari kita. Mungkin kalimat itu berlebihan, tetapi memang pemudalah yang bakal ada di masa depan, dan kita hanya berharap semioga masa depan yang di genggam oleh mereka adalah masa depan yang lebik baik.***


Makassar,2009
Diberdayakan oleh Blogger.