Bunuh Diri


Bagaimana kita bisa menjelaskan sebuah fenomena "bunuh diri"? Dan bagaimana kita meletakkan tren kecenderungan ini pada bingkai eksistensi manusia?
Saya bukanlah Albert Camus, penulis besar Prancis itu, yang secara silogistik-filosofi membedah peristiwa "bunuh diri" sebagai jawaban paling "beradab" bagi ketak terelakan "absurditas" dunia dan manusia.

Saya hanyalah -secara intuitif- menerima getaran tersebut sebagai jawaban atas jatuhnya sebuah "pilihan" untuk mati. Dan dalam pilihan tersebut, "hidup" menjadi demikian sepele, memuakkan, serta tak berharga sama sekali untuk dilanjutkan.

Saya merasakan adanya semacam "penghukuman" moral, etika dan kemanusiaan disana. Ketika seseorang memutuskan dalam sepersekian detik dalam hidupnya untuk melakukan "bunuh diri", dia sebenarnya hendak "menghukum" segala jagat semesta umat manusia di bumi yang katanya "beradab" ini. Dia sebenarnya "menghukum" kita,dengan caranya sendiri, untuk sekedar mengingatkan kita akan "ketidak-pedulian" terhadap sesama manusia.

Makassar,07 04 09
Diberdayakan oleh Blogger.