Tubuh

Kita telah mengalami "puncak-puncak" peradaban yang memperlakukan "tubuh" sebagai surga teknologi. Revolusi tubuh dengan rekayasa kecantikan sebagai "agama" baru ini menjadikan manusia memfungsikan dirinya sebagai "etalase" sekaligus "asesioris" faham materialisme yang paling radikal sepanjang peradaban manusia. Disana kecantikan dan kebertubuhan dirayakan dalam semangat hegemonitas yang dahsyat.

Tubuh menjadi sesembahan yang menciptakan "lobang besar" tanpa dasar yang dipuja dalam jarahan globalisme. Iklan-iklan yang menjerit dan mengkolonisasi setiap lekuk tubuh kita. Tak ada peradaban yang sedahsyat ini untuk bisa menceritakan bahwa setiap jengkal tubuh kita telah "dijajah" oleh Narcisme. Segala semesta kecenderungan kita bergerombol kesana.

Tubuh kitapun diarak kesana-kemari. Dan kita pun tak lagi menjadi tubuh itu sendiri. Ia ada. Tapi tak lagi milik kita.....

makassar,2009
Diberdayakan oleh Blogger.