Petikan Daun yang Jatuh Sore Itu


petikan daun yang jatuh sore itu petikan daun yang jatuh sore itu, menjadikanmu sebuah tubuh yang demikian sunyi, tak ada suara yang melepasmu di sana ketika selembar-demi-selembar dari orang yang menanam kenangan merancangmu kembali menjadi sisa retakan hujan tempat beberapa senyum pernah engkau catat dalam cuaca tubuhmu yang bergetardingin dan lemah itu

orang-orang banyak telah pamit di sana, menggantikan gemuruh kecemasan dari rumah yang ditinggalkan dan percakapan manis sebuah keluarga yang setiap sore selalu saja menyimakmu dalam bayang-bayang lembut serta menjadkanmu seorang anak kecil dengan ranting yang menjulur dan bermekaran di udara basah


ada banyak yang belum engkau ucapkan, ketika tubuhmu pelan melayang diantara rimbun masa kanak-kanak tempat semua keluarga yang engkau kasihi pertama kali menanammu di halaman sebuah sore ketika pekikan tawa itu masih sempat engkau dengar diantara bisik gerimis dan sepasang tangan yang berjanji bakal merawatmu

petikan daun yang jatuh sore itu, kini menggenapkan tubuhmu menjadi sebuah riwayat yang engkau harap bakal tersimpan pada setiap sore ketika ada sepasang kekasih menjadikanmu sebuah keluarga dan melahirkanmu kembali lewat kerinduan tempat halaman rumah luruh dalam warna hijau dari jemarimu yang mungil itu

Makassar,2009
Diberdayakan oleh Blogger.