Riwayat Meja Makan dan Sepiring Nasi



sepertinya ada yang belum selesai ketika sisa malam di piring ini
selalu saja memugar kita lewat bahasa orang-orang tercinta
di sana, seluruh ucapan kita begitu nikmat di sebuah meja makan
ketika hari-hari panjang menujunya menjadi rindu yang bakal
kita pakai untuk saling jenguk-menjenguk dalam harumnya keluarga

ah, kitapun mengumpul satu demi satu dalam denting sendok dan piring
berkerumun ringan dalam semangkok sambal terasi yang wanginya
terus saja menjalar dalam pekikan kecil ruangan tempat kita
melepaskan kecemasan yang menetes lewat keringat dan tawa
menjadikan mulut kita begitu lezat mengunyah lelucon kecil

barangkali,riwayat meja makan ini perlahan kita habiskan
bersama sisa makanan yang terus saja mengalir ketika sambal terasi
menyimpan jejaknya pada denting sendok dan piring di sana
di mana aroma percakapan merayakan sebuah keluarga
yang berpindah-pindah dari satu menu ke menu lain

sepertinya memang ada yang belum selesai ketika sisa makanan
di piring ini telah mengosongkan meja makan dan keluarga kita disana
menjadikan wanginya tetap tertinggal dalam setiap kunyahan
dan saat malam tak lagi berjalan ke ruang makan itu lagi
selalu saja kita memugarnya lewat sisa malam di piring nasi ini


Makassar, 2009
Diberdayakan oleh Blogger.