sebatang pohon pada halaman


mungkin kita tak lagi ingat, pada daun mana mata kita bersitatap
ketika guguran angin mulai mencacat.nama kita pada batang pohon itu
mungkin kita tak lagi ingat, pada kalimat mana waktu kita bekukan
ketika seiris senyum menggenapkan.nama kita pada sebatang pohon itu

setiap hati memiliki namanya sendiri, bisikmu lirih
dan hanya itulah yang kita tahu, ketika sebuah nama memakai hati kita pada pohon di halaman itu

Makassar, 2010
Diberdayakan oleh Blogger.