sepotong musim


Setiap kali engkau menoleh, selalu saja kau ciptakan senja di sana
sebuah penghabisan pada sepotong musim
di mana kepak sayap yang engkau titip pada taman itu
selalu saja memciptakan kekasihmu

tak ada yang engkau bawa pulang kini
selain seikat senja dengan sinarnya yang redup
ketika sepotong musim masih saja memintamu menoleh
pada desiran angin, yang entah kemana


Makassar, 2010
Diberdayakan oleh Blogger.