Sinrilik Pada Tubuh yang Remuk*


ada alunan sinrilik ketika tubuh yang kita lepas mencari
jalanjalan raya di antara rumah dan keluarga tempat bahasa
dirawat dalam bunga yang putiknya pernah kita tanam
dalam kenangan orangorang tercinta.barangkali di sinilah
waktu berfoto bersama rindu dimana kita menjadi pelukan
kecil untuk sekedar memastikan bahwa senja telah larut disana

ah,tubuhtubuh kita lantas berjatuhan pada sejarah yang belum
pernah kita lalui seperti anakanak kita membekukan kematian
dalam ruang tempat keluarga memasang masa depan lewat
sinrilik yang terus saja merubah kita jadi jalanjalan raya
dengan ujungnya berlubang tanpa dasar dimana suara
belum sampai kita tuntaskan

lalu pada siapa tubuhtubuh yang remuk menciptakan lagi kita
dalam rumah dan keluarga disana ketika alunan sinrilik telah
menguap pada musim yang tidak lagi menjenguk rasa rindu
sehabis melewati runtuhan katakata ditempat anakanak kita
melahirkan ibu bapak di saat kehilangan negeri dongeng
yang memutar ruang keluarga dengan kepak sayap disana

memang tak ada air mata dibalik rumah dan keluarga yang
melepas runtuhnya tubuhtubuh yang remuk disana.semuanya
hanya rimba katakata yang saling meremukkan dalam bahasa
dijalanjalan raya. namun masih juga kita simpan jejak panjang
sinrilik walau tanpa anakanak kita membikin surga kecilnya
disana lagi.atau membikin senja demikian pekat mencair
di tubuh kita.

*sinrilik adalah sastra lisan tradisional Bugis-Makassar


Makassar,2010
Diberdayakan oleh Blogger.