Hujan


Kali ini hujan terasa lain. Aroma tanah yang biasanya menguap bersama angin tak tercium. Mungkin riwayat hujan memang telah berubah. Dahulu, hujan adalah peristiwa yang sanggup merentangkan kita dengan masa lalu. Semacam peneguhan kembali antara diri, ruang dan waktu dalam sebuah dunia. Hujan seperti inilah yang mampu melecutkan inspirasi seorang penyair untuk menangkap pengalaman puitik yang menghubungkan jagat semesta makrokosmos  di luar dan mikrokosmos dalam dirinya.

Hujan di sana adalah barisan puisi yang mengukuhkan kembali rasa kemanusiaan kita. Tapi, kali ini hujan terasa lain. Ia membawa rasa cemas. Kecemasan yang bukan puitik tapi kecemasan vulgar akan bencana banjir. Hujan memang telah berubah.
Diberdayakan oleh Blogger.