Kado Kecil yang Kunamakan Pagi


sebuah kado kecil menjatuhkan kicau udara pagi di beranda rumah yang telah lama mencariku lagi dalam perjalanan sunyi ini, di sana, ibuku memugar wanginya lewat mekar embun dari setangkai mawar yang kudekap hingga ke hulu hati menjadi berlembar-lembar daun didera angin

kami pun bepindah-pindah di antara senyuman ringan dan sarapan di mana ruang makan menjadi selembar biografi  yang senantiasa menunggu, aduh, ini keluargaku ketika segalanya menjadi pagi di jendela dan pintu di mana pecahan-pecahan tawa berbekas pada dinding tempat foto kami terpajang

memang kado kecil yang kunamakan pagi ini selalu saja terbit pada jalan-jalan kecil di halaman setiap aku menengok guguran daun, biasanya, kami duduk di beranda ini membujuk waktu dengan secangkir teh dan makanan-makanan kecil  yang irisan terbang dalam warna-warni kupu-kupu

sepertinya bayang-bayang dari rimbun pohonan menjadi tatapan lembut ibuku ketika musim membawa satu-persatu keluarga kami, aduh, di halaman yang menjatuhkan demikian banyak kenangan itu aku dan ibuku selalu menjadi sebuah kado kecil yang kuberi nama pagi



Makassar 2012
Diberdayakan oleh Blogger.