aku membacamu di setiap hujan


aku membacamu di setiap hujan
menyemai dingin dari kenangan
ada yang pecah di sana
entah rindu entah air mata

aku membacamu di setiap hujan
barisan waktu yang perih
menjemputmu dari detak senja

aku membacamu di setiap hujan
mungkin maut mungkin sepi
mengetuk di bibir kaca jendela
mengajak pilu bersekutu di sana



Makassar 2013
Diberdayakan oleh Blogger.