Subsidi Silang BBM DR Rizal Ramli



Agaknya, pemerintahan Jokowi-JK semakin mantap memberi signal bila dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi. Memang besaran subsidi BBM ini  menjadikan APBN 2014 sangat  terbebani dan itu akan semakin membesar dari tahun ke tahun. Ini pasti akan berdampak pada alokasi anggaran lain yang akan makin tergerus dan berakibat pada "macetnya" pembangunan fasilitas publik seperti infrastruktur dan lain-lain.

Dalam rancangan kebijakan rumah transisi, kenaikan harga BBM bersubsidi ini memang tak bisa dielakkan. Pada rancangan kebijakan ini, Rumah Transisi memberi ancangan bila kenaikan BBM ini berkisar antara Rp 3000 sampai Rp 3500. 

Menurut Dr.Rizal Ramli dalam pembahasannya yang bertajuk KonsepbSubsidi Silang BBM, dampak sosial-ekonomi dari kenaikan harga ini akan sangat terasa oleh rakyat, terutama rakyat kecil yang selama ini memakai BBM bersubsidi. Menurut Rizal Ramli, dampak itu akan terasa pada kurang lebih 86,3 juta pengguna sepeda motor, 2,2 juta nelayan  dan 3,0 juta transfortasi publik. Dengan demikian total yang langsung terdampak pada kenaikan harga subsidi BBM ini adalah 91,5 juta.

Dalam kondisi seperti itu, menurut Rizal Ramli, bisa dipastikan jumlah masyarakat miskin akan mengalami pertambahan. Bila memakai standar kemiskinan dengan jumlah penghasilan sebesar 2 US Dolar perhari, maka saat ini rakyat miskin kita diperkirakan sebanyak 28, 2 juta orang. Maka dengan dampak kenaikan BBM bersubsidi ini maka jumlah rakyat miskin akan bertambah hampir  10 juta. Dengan demikian kenaikan BBM bersubsidi ini akan memicu pertambahan rakyat miskin menjadi sekitar 38,2 juta.

Hal ini belum lagi ketika membicarakan dampak langsung bagi seluruh rakyat kecil-menengah yang diperkirakan akan mengalami langsung guncangan ekonomi dari dampak berantai kenaikan BBM bersubsidi ini. Menurut Rizal Ramli, total yang diperkirakan akan terdampak lansung sebanyak 150 juta orang termasuk ibu rumah tangga yang disebabkan  karena kenaikan harga bahan pokok dan kenaikan biaya transportasi.

Subsidi Silang BBM

Menurut Rizal Ramli, sebenarnya ada jalan keluar yang cukup mumpuni agar BBM bersubsidi ini tidak mengalami kenaikan. Konsep yang ditawarkannya adalah dengan subsidi silang serta menurunkan kandungan oktan premium. Sebagaimana diketahui bahwa premium yang beredar dipasaran memiliki kandungan oktan 88. Padahal di Amerika General Gasoline kandungan oktan premiumnya adalah 86. Bahkan di Colorado kadar kandungan oktannya hanya 83.

Dalam konsep subsidi silang ini, Rizal Ramli membagi 2 kategori BBM. Pertama adalah BBM Rakyat. BBM Rakyat ini memiliki kriteria oktan antara 80 sampai 83. Harga jualnya Rp 6500/liter. Bila memakai kadar oktan 80 dapat dikurangi Rp 800, tapi tetap dijual Rp 6500 dan ini akan menambah keuntungan. Untuk mengontrol penggunaan  BBM Rakyat ini di SPBU maka pompa dan tangkinya diberi warna biru. Perkiraan konsumen untuk BBM Rakyat ini 55%  Kedua, BBM Super  yang terdiri dari Pertamax 92 dan Pertamax Plus 94.  Pada Pertamax 92, harga naik Rp 12.500/liter, sedangkan Pertamax Plus 94, harga naik menjadi Rp.14.000/liter. Pada tangki dan pompa berwarna merah. Ada pun bila dinaikkan antara Rp. 13.000 sampai Rp. 15.000, maka keuntungan akan meningkat lagi. Guna mengantisipasi penyalahgunaan BBM Rakyat oleh kendaraan mewah, maka pemerintah lewat polisi satuan lalu lintas bisa melakukan tindak penegakan hukum dengan menilang kendaran mewah tersebut. 

Dengan konsep Subsidi Silang BBM dan pengurangan kandungan oktan pada BBM rakyat maka diperkirakan negara akan memperoleh keuntungan sebesar RP. 40 triliun . Konsep ini sangat menarik karena disamping tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dan bersamaan dengan itu pemerintah memperoleh keuntungan besar.***










Diberdayakan oleh Blogger.