Rindu ini Berpeluh-peluh di Senjamu

Rindu ini berpeluh-peluh di senjamu. Langit jatuh pada temaram dan seberkas kabut membangun kecupan kecil dalam gerimis. Tak ada lagu perpisahan pada detik yang meletakkanmu pada sebuah alamat di kartu pos itu. Hanya suara laut yang terus engkau bawa siang dan malam.

Lalu sepasang pengantin mengangkutmu dalam banyangan malam-malam pertama. Senyum mereka pecah menjadi hujan yang engkau pungut satu per-satu. Memasangnya dalam bingkai dan melarutkannya bersama sungai.

Rindu ini berpeluh-peluh di senjamu. Seperti sayap malaikat yang berpijar di lampu-lampu kota. Tak ada bisikan lembut ketika engkau terbangun. Hanya sepotong hening serta sisa hujan yang membatu dalam bingkai kartu pos itu. Mengangkutmu pada  berindu-rindu peluh.


Makassar, Januari 2016 
Diberdayakan oleh Blogger.