Menulis Itu Kutukan

Ada yang mengatakan menjadi penulis itu merupakan ‘kutukan’, dan saya sedikit mempercayainya. Menulis bukan hanya sekadar memindahkan pikiran ke dalam medium lain. Lebih dari itu, dia merupakan ‘anak’ dari pergulatan batin dan pikiran yang melelahkan.

Mungkin berlebihan, namun dalam kadar tertentu, seorang penulis memang ‘paksa’ menjadikan dirinya sebagai ‘medium’ dari berbagai lintas peradaban yang juga kerap tidak diinginkannya.

Banyak yang mengira, menjadi penulis itu menyenangkan. Di sanalah letak kelirunya. Menjadi penulis sama sekali tidak menyenangkan, apalagi membuat bahagia. Karena dalam setiap pergulatannya dalam melahirkan kata-kata, ia senantiasa digedor dengan buah karyanya sendiri. Dia selalu merasa ‘menggali lubang kuburan’-nya sendiri. Diam-diam dan selalu sepi.**
Diberdayakan oleh Blogger.