Bapak, Engkau Mau Ke Mana?



Ada sekepal tanah baru saja engkau tabur
“Bapak, engkau mau ke mana?” bisikmu
Di langit, hening mengubur perlahan
Daun-daun dan kenangan tertusuk patahan ranting
“Bapak, engkau begitu diam”, lirihmu

Lalu engkau memanggil seluruh riwayat
“Bapak, kemana lagi detak senyummu kutemui di pagi hari” ucapmu
Lagu kecupan riang yang mengantarku  ke sekolah
Bahasa lembut yang memeluk malamku
“Bapak, engkau mau ke mana?”

Makassar, Desember 2016
Selamat Jalan Sahabatku, Hendra Jaya
Diberdayakan oleh Blogger.