Dia dan Kecoa


Dia semakin tidak mengerti mengapa setiap kali bangun dari tidur, seekor kecoa bertengger di lidahnya. Padahal setiap hari dia senantiasa membersikan gigi dan setiap 3 bulan sekali merawat kebersihan mulutnya di dokter gigi.

Pernah dia mencoba meminum racun serangga dengan harapan mampu membunuh kecoa di mulutnya itu. Namun yang terjadi dia justru dilarikan ke rumah sakit dan berurusan dengan aparat kepolisian karena dianggap ingin bunuh diri.

Pagi tadi, dia terbangun dan tak menemukan kecoa itu lagi di lidahnya. Hatinya melonjak riang. Dia menyerbu keluar dan ingin memberitahu istrinya kabar gembira ini. Namun sebuah tali mengekang kedua pergelangan tangannya dan kakinya di sebuah ruangan yang juga terlihat asing baginya.

Teriakan paraunya yang membahana itu mengundang beberapa sosok menghampirinya. Mereka berseragam putih dengan senyum yang dianggapnya sangat mengejek.

“Jangan ngamuk ya? Bapak lagi dalam perawatan kami”, kata sosok perbaju putih itu.*
Diberdayakan oleh Blogger.