31.1.17

Di Beranda, Hujan Melacak Namamu


Di beranda, hujan kembali melacak namamu
Uap dingin dan separuh rindu
Mengantarkan sore itu jadi berwarna ungu

“Mungkin engkau tak ingat lagi gigil daun-daun itu”,

Lalu rimbun luka berhelai-helai menanti
Waktu bersayap dan gemuruh hati
Mengajak sore itu jadi mimpi

“Masihkah engkau menyimak kabar angin”


Makassar, 2017

Related Posts

Di Beranda, Hujan Melacak Namamu
4/ 5
Oleh