Donald Trump


BARANGKALI, baru kali ini dalam sejarah kepemimpinan Amerika Serikat, seorang presiden yang terpilih mampu membuat dunia “ketar-ketir” dalam kecemasan sekaligus kebingungan. Dialah Donald Trump, sang pembicara yang kerap bikin kita terhentak. Seorang politisi republican (partai) yang akar eksistensi popularitasnya dimulai dengan menjadi seorang pengusaha sukses yang penuh baluran kontroversi.

Kontroversi sang Donald Trump  memang jauh melambung sejak dahulu. Berbagai perilaku dan ucapannya  terkesan demikian narsistik, intoleran , xenophobia dan anti-mainstream. Pernah suatu kali, dia ‘menggedor’ gendang telinga kita dengan pernyataannya yang tak ingin imigran Muslim masuk ke Amerika. Dia juga pernah mengucapkan sesuatu yang dianggap demikian melecehkan kaum wanita. Tapi itulah Trump dan masyarakat Amerika kemudian kebanyakan memilihnya sebagai pemimpin negara super power itu.

Agaknya, kehadiran sosok Trump dan kemenangannya dalam pemilihan Presiden Amerika memang bukan sesuatu yang benar-benar mengagetkan. Fenomena Trump adalah sebuah fenomena yang telah tumbuh dan memiliki daya sebar yang sangat kuat di dunia. Trump, kalau bisa dikatakan adalah sosok pengejawantahan langsung dari ‘ramalan’ teori besar Samuel Huntington, Clash of Civilization.

Kehadiran Trump adalah sebuah tanda bahwa globalisasi dunia memang memiliki wajah yang sangat paradox. Di satu sisi, dunia menjadi sebuah ‘kampung kecil’ tanpa sekat berkat revolusi teknologi informasi. Namun di sisi lain, dunia  (baca: manusia) juga menjadi kehilangan identitas yang dulu bisa menjadi akar perekat utuh jiwanya di bumi.

Dengan demikian, dalam kehilangan identitas tersebut, manusia kemudian mencari pijakan yang banyak didapatkannya kembali lewat akar-akar masa lalu seperti suku, agama dan nasionalisme sempit. Inilah yang menjadikan dunia saat ini terlihat demikian penuh diliputi rasa curiga terhadap yang berbau ‘asing’.

Semangat intoleransi menjadi bagian yang paling mengemuka dalam fenomena global seperti ini. Dan Donald Trump di Amerika Serikat muncul sebagai jawabannya. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.