Gebrakan Menteri Pertanian Potong Rantai Pasok Jagung dan Berdayakan Petani


MENTERI PERTANIAN (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung di Mojokerto. Di acara ini juga berlangsung penandatanganan MoU Kemitraan antara PT Chareon Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dengan petani jagung binaan BISI, sebuah perusahaan benih untuk tanaman pangan dan holtikultura.

Jalinan kemitraan ini disambut gembira oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Menteri Amran menyebut kerja sama seperti ini, dapat terbentuk suatu sistem baru yang diharapkan bisa memotong rantai pasok, menahan harga pangan pada harga yang wajar, dan menguntungkan petani.

"Terbentuk pasar baru, sistem baru, petaninya sejahtera," ungkapnya sesaat setelah melakukan panen raya jagung di Desa Pohkecik, Dlanggu, Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu.

Saat ini Pemerintah tengah menyediakan bantuan berupa benih, pupuk dan herbisida demi membantu produksi di tingkat petani jagung. Dengan adanya sistem seperti ini, ditargetkan pula dapat mewujudkan swasembada jagung di tahun 2018 nanti. Alhasil, penghasilan petani bisa 'meroket'. 

"Begitu sistem ini terbentuk, kita akan duplikasi ke komoditas lainnya. Kalau aja ada 10 perusahaan seperti itu, berarti ada 1 juta hektar. Berarti selesai impor," tandasnya. 
"Coba hitung 1 hektar kali 8 ton (estimasi produksi). 8 ton kali 3450. 27 juta. Coba, biayanya kan dibantu Pemerintah. Katakanlah biayanya 20 juta, bagi 3. 7 juta? Lebih tinggi dari gaji bupati. Petaninya sudah untung, peternaknya untung, pengusahanya untung. Ayam juga jangan jatuh terlalu jauh. Ini yang kami kejar," pungkasnya. 

CPI sendiri telah berkomitmen untuk membeli seluruh hasil panenan petani program kemitraan binaan BISI. Seluruh hasil panenan jagung akan dibeli oleh CPI sesuai dengan harga referensi (HPP) dari Pemerintah. 

Sebagai informasi, tahun 2016 ini BISI siap untuk memperluas area program kemitraan dengan petani binaan sebesar 100.000 hektar yang tersebar dari Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan. 

Dari rencana luasan lahan kemitraan jagung 100.000 hektar di tahun 2016 ini, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah utama tujuan program tersebut. Sampai dengan bulan Juni 2016 ini tercatat luas area kemitraan jagung di Kabupaten Mojokerto telah mencapai 5.000 hektar.(*)
Diberdayakan oleh Blogger.