Kalender


ADA sesuatu yang kita selalu buang setiap pergantian tahun. Kalender misalnya. Angka, hari, bulan dan tahun yang tertera di sana seakan runtuh dan tak bernilai lagi. Namun setiap saya hendak mencampakkan sebuah kalender ketika tak berguna lagi, saya selalu saja tertegun. Di balik angka,hari, bulan dan tahun itu seperti menyedot banyak kenangan. Dan dari sanalah kita hadir hari ini.


Ternyata, angka, hari, bulan dan tahun itu bukan hanya berhenti pada dirinya sendiri. Dia adalah tanda yang menghubungkan kita dengan tanda yang lain. Secara terus menerus dan tak berkesudahan. Dalam penanggalan yang usang itu, kita terus mencari identitas diri. Seperti Sishipus dalam mitologi Yunani yang mendorong batu ke bukit dan setelah sampai ke puncak, dia menggulingkannya kembali ke lembah. Lalu mendorongnya lagi ke bukit. Terus menerus. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.