Mata Seorang Bocah


Kita semakin hari semakin kehilangan ketajaman sasmita...hirup pikuk telah menumpulkan daya batin kita untuk melihat kilatan-kilatan kerinduan dari orang-orang terdekat kita...

Pagi tadi, ketika saya terbenam dalam rutinitas yang membius, saya menangkap kilatas itu dari mata seseorang...ah..mata itu seperti telah lama kukenal tapi pernah berusaha untuk kuhindari...

Mata ketika saya masih bocah,yang merangkai kerinduannya lewat kuntum bunga dan kupu-kupu..yang berlari kecil dalam mimipi besar...yang membangun sebuah kerajaan tepat diatas altar ketulusan.Tanpa pamrih dan pretensi apa-apa..ah aku rindu mata itu lagi...(*)
Diberdayakan oleh Blogger.