Merayakan Momentum 1 Detik


Oleh: Riad Mustafa

TADI siang dalam perjalanan menuju ke JPL dari Jalan Nuri, rute yang saya lalui sama pada 31 Desember tahun lalu.

Tidak banyak berubah misalnya di Jalan Sudirman. Barisan gedung-gedung bisnis masih "terjaga" di hari Sabtu ini, jejeran pepphonan masih menyejukkan, dan masih ada kumpulan kecil daeng becak memarkir, di depan Gedung Manunggal, sambil ada yang ngobrol namun ada juga yang santai di atas kendaraan bebas polusi penumpu hidupnya.

Namun tetap ada yang berubah. Gedung-gedung bisnis itu tidak sesibuk tahun lalu. Pohon-pohon sebagian baru saja dipangkas. Serta para daeng becak bukanlah yang berada di sana setahun sebelumnya.

Perubahan ternyata selalu mengiringi alam semesta ini, disengaja atau tidak, dihindari atau diharapkan.

Tahun baru bermakna perubahan. Perubahan sistem penanggalan, sederhananya. Sebenarnya, perubahan itu juga menarik dan menghisap terjadinya perubahan lain secara otomatis; perubahan jam, menit, detik, 1/10 detik, 1/100 detik, diantaranya.

Perubahan itu, tapi, sebagian tidak disadari oleh hampir sebagian besar kita. Selalu, di ttiap tanggal 31 Desember, disadari dan dirayakan perubahan tahun. Tahun baru.

Kesadaran ini membuat sebagian hanya mengingat satu momentum: dari 2016 ke 2017. Perubahan-perubahan pengikut lainnya kehilangan daya tarik. Bahkan dirasa sebagai perubahan yang "bukan perubahan". Perubahan-perubahan lain itu bahkan harus antri untuk "mengetuk pintu baja" kesadaran kita.

Padahal, perubahan-perubahan lain itu punya kekuatan penentu. Bisa jadi sejam lalu, rencana nonton konser di Pantai Losari berubah. Mungkin saja beberapa menit ke depan pandangan seseorang tentang negara demokrasi akan diperkaya dengan tulisan Noam Chomsky.

Dan, tidak tertutup peluang di medan perang di Timur Tengah, gerakan 1/10 detik refleks perubahan kepala dapat menghindarinya dari hunjaman peluru lawan.

Di setiap perpindahan waktu, dari sepersekian detik, detik, menit, jam, hari hingga tahun hadir gundukan perubahan. Selalu. Melahirkan momentum.

Momentum itu bisa tentang paradigma, ideal, tindakan, visi, ataupun orientasi. Dan hiruk-pikuk sejagat dari 31 Desember adalah satu momentum. Momentum 1 detik. Detik kedua, atau jam 00:00.02 selanjutnya adalah sudah tahun 2017, bukan lagi tahun baru, yang sama dengan esoknya, bulan depannya hingga penghujung 31 Desember depan.

Banyak terjaga di momentum hari, terlelap di momentum 1 detik.(*)
Diberdayakan oleh Blogger.