5.3.17

Malaysia Apresiasi Kemajuan Pertanian Indonesia


NEGARA jiran Malaysia tak bisa menutupi kekagumannya pada pesatnya kemajuan pertanian Indonesia. Program membangun pertanian dari perbatasan dianggap sebagai sebuah terobosan cemerlang, karena bukan saja menguntungkan Indonesia semata, namun juga mampu menjadi jembatan ketahanan pangan dua negara.

Tindak lanjut dari Pertemuan AMAF (ASEAN Ministerial Meeting on Agriculture) di Singapura Tahun 2016 bahwa Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginisiasi pembangunan wilayah perbatasan, Menteri Pertanian Malaysia, Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai keberhasilan pertanian di Indonesia dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung.

Negara Malaysia menyatakan apresiasinya atas kejayaan pertanian Indonesia. “ Sebagai sebuah Negara yang sempat mengimpor jagung, (Indonesia) sekarang sudah mencukupi untuk kegunaan sendiri, di mana Malaysia sendiri masih bergantung kepada impor dan mengambil dari negara yang sangat jauh, “ ujar Menteri Pertanian dan Industri Azas Tani Malaysia, Dato’ Sri Ahmad Shabery Cheek saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Jumat (3/3/2017).

Selama ini Negara Malaysia mengimpor jagung dari Negara Argentina dan Amerika sebanyak 3 juta ton per tahun untuk peternakan atau setara dengan 1 Milliar Dollar US.  
Melihat kesuksesan dan keberhasilan yang telah dicapai oleh Indonesia di bidang pertanian khususnya dalam komoditas beras Jagung, dengan kesamaan iklim dan kondisi lahan yang sama maka Indonesia dan Malaysia sepakat melakukan kerjasama dalam membangun wilayah perbatasan. Fokusnya adalah pada pengembangan komoditas jagung di wilayah perbatasan antara Entikong, Provinsi Kalimantan Barat dan Serawak-Malaysia.
 “Kita akan tanam benih jagung dan penemuan terbaru teknologi Jagung tongkol ganda Nakula Sadewa 29 (Nasa 29)”, jelas Mentan Amran.

Keinginan Menteri Pertanian Malaysia dan delegasinya tersebut disambut baik oleh Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini kerja sama antara Indonesia dan Malaysia merupakan sinergi positif dalam membangun sektor pertanian untuk masing-masing negara.  

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan bilateral tersebut Indonesia-Malaysia akan melakukan penanaman perdana di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.

“Paling lambat pertengahan tahun 2017 kita sudah tanam perdana di perbatasan, ini adalah perintah Presiden untuk membangun perbatasan bersama dengan negara-negara tetangga”, ujar Mentan


Sinergi antara Indonesia dan Malaysia dalam membangun sektor pertanian, terutama komoditas jagung di wilayah perbatasan diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masing-masing Negara. Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Mat Syukur bahkan optimis bila kerja sama antara Indonesia dan Malaysia berjalan baik, Indonesia dan Malaysia akan mampu menjadi penyuplai pangan dunia.(*)

Related Posts

Malaysia Apresiasi Kemajuan Pertanian Indonesia
4/ 5
Oleh