Makassar dalam Genggaman Politisi Muda


PASCA  reformasi 1998, jagad politik Indonesia mengalami dinamika yang berubah. Demokrasi yang membuka kran kebebasan menjadikan kalangan muda yang selama beberapa dekade cenderung sinis dan apatis terhadap dunia politikmulai menjajal kemampuannya pada ranah ini.

Tak dapat dipungkiri, dua belas tahun sejak reformasi bergulir (2010 -red), kiprah dan peran kaum muda dalam mewarnai percaturan politik nasional dan lokal semakin terasa. Berbagai lontaran pemikiran serta kerja politik yang inovatif lahir dari generasi baru politik ini. 

Dengan kata lain, warna demokrasi dalam percaturan politik Indonesia mutakhir memang tak luput lagi dari pengaruh, peran dan kiprah para politisi muda.

Inilah yang digambarkan dalam buku “Makassar dalam Genggaman Politisi Muda”. Terbit tahun 2010, buku ini mejadikan riwayat ringkas beberapa politisi muda Makassar seperti Sri Rahmi, Farouk Mappaselling Betta, Haidar Majid, Rahman Pina, Adi Rasyid Ali, Muzakkir Ali Djamil, Mustagfir Sabry, Abdul Wahab Tahir serta Andi Endre Cecep Lantara.

Kisah tentang kerja politik, ide, visi serta strategi mereka dalam meletakkan poltik sebagai bagian dalam perjuangan memperbaiki harkat, martabat serta kesejahteraan rakyat, khususnya di kota Makassar tertuang dalam buku ini. 

Judul Buku: Makassar dalam Genggaman Politisi Muda
Penerbit: Lembaga Studi Informasi dan Media Massa (eLSIM)
Editor: Makmur Gazali
ISBN 9789799629678
Diberdayakan oleh Blogger.