Albert Camus


BUDAYAWAN dan Sastrawan Indonesia, Asrul Sani pernah menulis bahwa hal yang paling ‘menakutkan’ dari seorang Albert Camus adalah kerena dia mampu ‘menyihir’ orang lewat kata-katanya. Dan bagi saya, pernyataan sastrawan besar Indonesia itu memang ada benarnya.

Albert Camus, dalam catatan ringkas riwayat hidupnya dia adalah anak dari keluarga buruh yang lahir di Aljazair 1913. Dia adalah salah satu penulis besar Prancis  dan juga seorang jurnalis yang tak mau berkompromi terhadap sesuatu yang dinilainya melecehkan martabat kemanusian.

Kata-kata, bagi seorang Camus tidak hanya berhenti pada penyampaikan perasaan maupun informasi semata. Kata bagi Camus merupakan bagian dari ‘jiwa’ itu sendiri. Tidak aneh, bila ada ungkapan yang mengatakan “sebuah kata lebih menakutkan dari pasukan dengan persenjataan lengkap”.

Hidup di zaman perang dunia II menjadikan Albert Camus demikian karib dengan absurditas. Kehancuran dan kematian bagai udara yang dia hirup setiap hari. Memang, ujian terberat dari kata-kata adalah kesia-siaan yang menemui ‘lobang hitam’ kehidupan. Di sana, kebanyakan dari kita tak akan lagi mempercayai apa pun, apalagi sebuah kata.

Namun, Albert tetap tegak dengan kekuatan yang tersimpan di sana. Mungkin karena dia masih mempercayai sebuah harapan. Atau setidaknya dia masih menyimpan kesan bila sejatinya manusia itu punya sisi kebaikan, keindahan dan keagungan seperti banyak yang dipercayai para seniman.

Lalu kata-kata Albert Camus terus mengalir dan hingga kini kita kerap takzim menyimaknya. Kata-kata bukan lagi deretan huruf yang membikin kita tahu, namun ia menjelma menjadi kehidupan itu sendiri. Sebuah kehidupan yang terus-menerus melakukan perlawanan terhadap kekuatan yang ingin menghancurkannya.***
Diberdayakan oleh Blogger.