Puisi

10.9.18

Jendela Itu Tetap Menunggumu


Jendela itu tetap menunggumu
Berderit lirih dalam angin 
Musim yang jatuh bergantian itu
Tak juga dapat mengusirnya dari rasa setia

Jendela itu tetap menunggumu
Sepasang pengantin dalam hujan
Di tatapnya selembar daun menutup usianya
Rindu di sini menjadi terlalu perih

Lalu segalanya perlahan petang
Lalu segalanya menjadi hilang


Makassar, 2018