Puisi

1.3.19

Di Depan Pintu Dia Menunggu


Cahaya lampu itu menanam hujan
Jalan-jalan berbinar sepi
Di depan pintu dia menunggu
Pada ketukan pertama ketika maut menyapa

Sunyi berderu dalam daun-daun basah
Di langit doa telah berantai
Tak ada tempat lagi bagi rindu
Perciknya hingga ke ulu hati

Kelambu yang terpasang sudah kosong
Anak-anak pergi membawa masa lalu
Di depan pintu napasnya terus membatu
Pertemuan dan kehilangan terus menyatu


Makassar 2019