Puisi

4.4.19

Aku Menemukan Kembali Jalan


Aku menemukan kembali jalan yang pernah engkau lingkari pada kalender kamarmu. Di sana daun-daun senantiasa membungkus hujan. Langit membuka cadarnya, kesunyian turun bersayap

Siapa yang selalu menengok rindu dipatahan angin itu? Senja jatuh di keningmu dan waktu melepas burung-burung ke laut jauh. 

Aku menemukan kembali jalan yang selalu engkau sebut di setiap mimpimu. Ternyata untuk sebuah kenangan, kita harus menempuh banyak luka, ucapmu. Dan suara pagi membangun pondok kecil. Tempat kita membayangkan kebahagiaan saat berdua. 


Makassar, 2019