eMGePuisi

26.4.19

Epistemologi Badik


Sebilah badik* kau hunus dari rahim istrimu, di sinilah anak-anak kita menancapkan harga dirinya, menemukan laut tempat layar perahumu tak lagi menunjuk jalan pulang

Lalu engkau lirih menangis, Laki-laki tak boleh menangis, ucapmu pada diri sendiri, engkau seorang ayah dan segala nama tak lekang menyebutmu, tapi engkau tetap saja menangis pelan

Sebilah badik telah engkau selipkan ke pinggang anakmu, pergilah dan jangan menoleh lagi, biarkan gelombang memberimu nama dan bentangkan layar jauh pada kampung halaman

*badik = senjata tradisional Bugis-Makassar


Makassar, 2019