eMGePuisi

2.4.19

Pesimisme Adalah Musuh Besar Setiap Bangsa Besar


TAK ADA bangsa besar dibangun dengan sikap pesimisme apalagi sinisme. Sejarah banyak memberi kita kisah dengan makna besar tersebut. 

Di tengah krisis perang dunia ke II dan serdadu Jerman semakin merangsek masuk jauh ke dataran Eropa, politisi Inggris dilanda kecemasan besar. Wacana untuk ‘menyerah’ yang dibukus eufimis ‘berdamai’ dengan Jerman bergaung luas di parlemen Inggris. 

Dalam situasi tak menentu itu, Wiston Churchill, sang Perdana Menteri yang baru saja menjabat itu melakukan gebrakan besar. Dengan tingkat kengototan yang menjulang, dia membakar jiwa patriotisme rakyat. ‘Virus’ optimisme dia tebar dengan retorika yang memukau. 

Tidak berhenti diretorika, Churchill bahkan melakukan blusukan langsung ke rakyat Inggris. Di suatu pagi ketika hendak ke tempat kerja, Churchil mendadak blusukan dan ikut menumpang kereta api di mana dia bisa menemui langsung suara murni rakyat Inggris. 

Kisah unik ini menjadi sebuah sejarah kebanggaan Inggris tentang bagaimana sebuah sikap patriotisme dan optimisme rakyat di tengah udara kelam peperangan yang demikian mencekam.

Ini adalah sejarah yang membuhulkan hikmah besar tentang sikap optimisme sebuah bangsa sekaligus pelajaran emas bahwa tak ada bangsa besar dibangun dengan sikap pesimis apalagi sinis. 


Bagaimana dengan Indonesia, apalagi di jelang Pilpres saat ini? Saya mendadak merasa sedih. **