Puisi

8.7.19

Pernahkah Engkau Cemas dengan Maut di Hadapanmu?


Siapa yang meletakkanmu dalam mesin foto copy? Di mana laut begitu sunyi ditinggal deru ombak.
Sepasang kekasih menceritakan kisahmu sambil berbisik cemas. Di sini, rindu demikian mati.
Sebuah rumah kecil dengan jalan kecil tercetak di kertas itu. Tak ada guguran daun dalam angin.
Kesunyian adalah kutukan, ucapmu, tapi sepasang kekasih itu tak mendengarmu. Hanya suara kresek kertas jatuh di lantai.

Siapa yang membujukmu pindah ke sebuah foto? Di sana engkau terus menerus bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain.
Mencoba membunuh waktu, menyingkap masa lalu, lantas menguning dalam kertas yang lapuk.
Pernahkan engkau cemas dengan maut di hadapanmu? 


Makassar, Juli 2019