Puisi

19.10.19

Pemimpin dan Penguasa


BANYAK dari kita sebenarnya belum juga bisa membedakan mana pemimpin dan mana penguasa. Pada umumnya -kita rakyat kecil ini- selalu mempersamakannya. Kita menganggap setiap pemimpin adalah otomatis penguasa, demikian pun sebaliknya.

Pada prinsipnya memang antara pemimpin dan penguasa seperti dua sisi mata uang. Yang membedakannya ada pada karakter yang mengiringinya.

Pemimpin adalah sebuah pancaran sifat, karakter atau biasa disebut kharisma yang melekat dalam diri seseorang. Sikap dan sifat hadir ini merupakan satu kesatuan yang utuh dari kepribadian sesorang. Pacaran kepemimpinan hadir karena seluruh metabolisme hati, pikiran, perilaku, ucapan dan tindakan yang dimiliki seseorang sama sebangun dan tanpa dibuat-buat.

Kepedulian, keberpihakan serta integritas pribadinya menjulang tinggi karena nilai-nilai hidup kesehariannya memang demikian. Tanpa polesan apalagi diatur untuk menimbulkan kesan di mata publik.

Berbeda dengan pemimpin, penguasa adalah sebutan untuk melekatkan seseorang dengan sebuah kekuasaan atau jabatan. Kekuasaan itu hadir sebagai bentuk kemampuan memberi perintah, baik secara sukarela atau paksaan kepada orang lain yang dikuasainya.

Inilah mengapa kekuasaan diidentifikasi sangat terbatas dan punya rentang waktu tertentu. Pada kekuasaan tak ada yang abadi. Sifatnya sementara sepanjang orang tersebut masih dilekatkan dengan jabatan yang diembannya.

Sedangkan pemimpin, karena karakternya yang terus melekat dalam diri seseorang maka tak ada waktu yang akan menggerusnya. Dia terus hadir sepanjang hayat orang tersebut karena kepemimpinan menjadi bagian dari kepribadiannya.

Di negeri ini, kita kadang lebih memburu kekuasaan daripada memcoba mendidik diri dan belajar menjadi pemimpin. **