Puisi

9.5.20

Sehabis Hujan


Sehabis hujan, angin jatuh di rekahan tanah
ingatkah engkau binar basah yang meredup di mata?
Daun-daun merunduk, melepas tetes air penghabisan
Wangi udara melintas sejenak, perih tertikam di dada

Sehabis hujan, engkau selalu menegok ke luar jendela
Waktu telah menghukum dengan irisan manis
Menunggu, sebuah kabar yang hilang di penanggalan
Menunggu, suara langkah yang pernah pergi menjauh dalam hujan


Makassar, Mei 2020